Monday, 12 April 2010

Tarian Aurora di Langit Utara


Sungguh saya tak menduga sebelumnya bahwa di negeri Viking ini saya akan punya kesempatan untuk menyaksikan salah satu keindahan alam yang hanya dapat disaksikan di belahan bumi tertentu saja. Setelah sempat gagal sebelumnya, akhirnya tadi malam saya berhasil menikmati keindahan langit utara yang menampilkan aurora.

Aurora adalah cahaya di langit dekat wilayah kutub yang hadir di malam hari. Cahaya ini muncul sebagai akibat dari interaksi antara medan magnetik bumi dengan partikel bermuatan yang dipancarkan matahari. Aurora di langit utara disebut Aurora Borealis. Saya cukup kesulitan dan tak paham membaca penjelasan ilmiahnya yang cukup terperinci di Wikipedia. Mungkin saya harus membacanya berulang-ulang dengan lebih cermat untuk bisa menangkap penjelasannya.

Yang pasti, tadi malam saya tak perlu benar-benar harus mengerti penjelasan ilmiah tentang apa itu aurora untuk bisa mengagumi dan menikmati keindahannya. Cahaya kehijau-hijauan itu berpendar di langit. Kadang ia membentang panjang dari timur ke barat, berkelebat, lalu mengental, meremang, menebal, dan menipis. Di saat yang lain, ia tampak menumpuk di langit utara dalam area yang cukup melebar, lalu sesekali mementaskan tarian lembut sebelum akhirnya menghilang ditelan langit cerah bertabur bintang. Dari sudut yang berbeda, kadang cahaya kehijauan itu membentuk seperti tanduk Viking yang menggantung di langit.

Saya menyaksikan aurora tadi malam dari puncak bukit kecil di komplek asrama mahasiswa Moholt, Trondheim. Jaraknya hanya sekitar 150 meter dari apartemen saya. Selasa jelang tengah malam hingga Rabu dini hari yang lalu, hampir dua jam saya di sana menunggu aurora, namun mendung tebal telah menyembunyikannya. Untungnya, tadi malam aurora berhasil hadir dengan sempurna, sejak mendekati tengah malam hingga menyongsong fajar.

Di antara puluhan mahasiswa dari berbagai negara yang ramai-ramai berkumpul di bukit kecil untuk menyaksikan keindahan aurora itu, saya mencoba merekam gambar aurora dengan kamera saku saya dari berbagai sudut. Sayangnya, di puncak bukit kecil yang juga menjadi tempat parkir mobil itu ada satu lampu di tengah yang agak mengganggu untuk dapat menyaksikan pemandangan langit malam dengan lebih sempurna. Namun demikian, dengan mengambil sudut pandang yang tepat, sedikit teknik, dan tentu saja kesabaran, saya dapat mengabadikan beberapa gambar aurora dengan cukup memuaskan.

Dari atas bukit itu, aurora kadang tampak melintang seumpama selendang yang dikibarkan di atas bangunan komplek mahasiswa Moholt Studentby. Jauh di belakang, tampak bukit yang bercahaya oleh lampu-lampu kota. Saya juga sempat mengambil gambar aurora dari balik pohon yang masih belum berdaun. Warna kehijauan bertaburan di langit di balik pohon yang tampak meranggas itu. Titik-titik bintang kecil bersinar keputihan.

Tarian cahaya indah di langit utara—apakah saya masih akan punya kesempatan untuk kembali menyaksikannya? Mengingat kembali pemandangan langit tadi malam itu, saya masih merasa takjub dan bertanya-tanya: seberapa dalam sebenarnya rahasia semesta telah berhasil kita singkapkan? Aurora, bagaimanapun, hanyalah bagian kecil dari mukjizat bumi, planet kecil di antara bintang-bintang terserak dan benda langit di angkasa yang tak terhingga hitungannya.

Wahai aurora, pesan apakah yang hendak kau bawa untuk kami di sini?

6 komentar:

Ummul Corn said...

Aurora... kemarilah! aku juga ingin menyaksikanmu menari. atau kita bisa berdansa di anatara gemintang yang bertaburan. Hijau lumut? bersatulah dalam diriku.

rusminahridwan said...

hi mustafa..
salama kenal..
postingan auroranya keren.. dirimu kuliah di norway kah? dimana?
saya agustus ini juga akan kuliah di oslo university college. (Hogsklen i Oslo). kl memang masih disana, mungkin kita bisa ketemu dan aku bisa tanya2 soal norway, khususnya oslo. if u dont mind of course.

Thanks anyway,

Rush *__*

Q2 Salafy Al-Jufry said...

Amazing ra...

M. Faizi said...

seharusnya, momen itu menjadi bagian dari buku puisiku berikutnya... "Permaisuri Malamku.."
(mumpung ada kesempatan beriklan.)

lamanday said...

wah, kesempatan langka bisa liat...

Airmengalir said...

سبـכـآטּ اللـﮧ وبـכـمده ..

kapan saya bisa menyaksikan ya?? seandainya sedang berada di tengah lautan mungkin akan lebih indah. wah.. benar-benar kesempatan yang sangat langka dan berharga. wah kalau saya sering lihat Aurora tapi yang di surabaya, mondar-mandir di jalanan... (Jasa Peti Mati dan Penguburan) :(